Breaking News

Mencintai...


sumber foto : Popbela.com

Aku adalah Alia,
Sebagai mahasiswa akhir. Aku lebih senang menghabiskan waktu ku di perpustakaan, menyelesaikan tugas, mencari referensi, atau hanya sekedar menghilangkan lelah, ruangan yang tenang penuh dengan ac membuat ku semakin nyaman untuk berlama-lama. Bahkan aku pernah diusir oleh cleaning service karna aku masih berada diruangan sementara perpustakaan akan segera ditutup. Hari itu aku termenung begitu lama menyaksikan banyak sekali kejadian yang sudah ku lalui, perpustakaan selalu memberiku pengetahuan. Tapi, kali ini beda. Mata ku tertuju pada wanita cantik yang kemungkinan sebaya dengan ku, atau lebih muda dariku, ya! Duduk dengan seorang lelaki yang rupawan. Wahh… Sangat cocok sekali mereka, tepat berada di meja depan ku, seperti seorang sepasang kekasih yang sedang membahas pelajaran, tugas atau sekedar bercerita mengenai masa depan mereka. Tebak ku.

“Duh, alia.” Seketika lamunan ku buyar, mereka menyadari aku memperhatikannya sedari tadi. Ada apa dengan ku ? Bukankah aku sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu, kenapa aku begitu memperhatikannya, bahkan sama sekali aku tidak mengenali mereka. Aku terus bertanya-tanya sampai pada akhirnya lagi-lagi aku akan diusir dari ruangan ini karena akan segera ditutup. Baiklah, kali ini aku mengalah sebelum cleaning servis itu benar-benar menghampiriku.
….
Sore ini, aku akan menemani sahabat ku shopping di salah satu mall ternama di kota ku. Setidaknya itu membuat ku tidak bosan dirumah seharian karna hari ini libur.

“Aliaa, ini ada raisa. Segeralah turun,” Oh, itu suara ibuku. Pertanda raisa sudah datang.

Benar sekali, raisa sudah duduk di ruang tamu bersama ibu ku, bahkan dia sudah menghabiskan 1 gelas teh buatan ibu. “Maaf membuat mu menunggu aca,” panggilan sayang ku untuknya, kami sudah berteman cukup lama, bahkan dia sudah ku anggap seperti saudara kandung ku sendiri.

Setelah berpamitan dengan ibu, kami segera bergegas menuju mall. Sesampainya di mall, lihatlah apa yang dilakukan raisa, sudah 1 jam kami berada di mall tapi hanya menelusurinya saja. “Oi raisa, apa yang ingin kau cari, sudah 1 jam kita menyusuri mall ini, ?” Cetus ku.

“Aku ingin membelikan kado untuk raihan karena minggu depan dia ulang tahun, bisakah kau memberikan ide untuk ku alia ?” Raihan adalah pacar Raisa yang juga teman ku, sontak aku menarik tangan Raisa dan membawanya kesalah satu toko baju, mungkin akan sedikit membantu.

Brukk,,, Duh! Aku menjatuhkan barang dan lebih parahnya lagi aku juga menabrak orang.

“Maaf-maaf, aku tidak sengaja,” seketika muka ku memerah, sungguh ini sangat memalukan. Bagaimana aku bisa tidak berhati-hati.

Its okay, ini hanya masalah kecil,”lihatlah siapa yang aku tabrak, seorang laki-laki berdiri tepat didepan ku, mengenakan kaos putih dan celana biru langit, jantung ku berdebar kuat. Tuhan ada apa dengan ku ?
…..
Raihan, laki-laki yang aku tabrak di mall waktu itu. Kejadian itu yang membuat kami saling mengenal. Kami sering menghabiskan waktu bersama, Raihan selalu mengantar ku kemana pun aku ingin pergi, Raihan juga yang membantu aku menyelesaikan skripsi ku sampai pada akhirnya aku wisuda. Raihan yang 4 tahun lebih tua dari aku memberanikan diri datang kerumah menemui orang tua ku untuk melamar, apa boleh dikata aku yang juga menyukainya tentu aku menjawab iya untuk lamaran itu.
….
“Dear Alia, kau adalah perempuan pertama dan terakhir yang singgah dihati ku, tahu kah engkau? Betapa bahagianya ibu dan ayah ku ketika aku memperkenalkan mu dengan mereka. Alia, kasih sayang ku  pada mu tak akan pernah pudar, engkau akan selalu dihati ku. Aku harap kau taruh hati ku didalam hati mu seperti aku menaruh hati mu didalam hati ku. Aku mencintai mu Alia.”

Itu lah pesan terakhir dari Raihan sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. Raihan kecelakaan seminggu sebelum kami menikah, malam itu hujan lebat dan Raihan ingin sekali menemui ku karna besok dia akan pergi keluar kota untuk meyelesaikan pekerjaannya.
….
Raihan adalah cinta pertama ku, sosok laki-laki yang bertanggu jawab, mandiri dan penuh kasih sayang. Dia yang mengajarkan ku arti mencintai, membuat orang lain bahagia adalah makna hidup yang sebenarnya. Meskipun Raihan sudah tidak lagi disini, namun cinta nya akan terus melekat di sini, dihati..

Sudah 3 bulan Raihan meninggalkan kami, yang tersisa hanyalah kenangan. Aku harus terus melanjutkan hidup ku, mengambil Magister di luar negeri adalah pilihan.

Penulis : Resinta
Editor : Rena Alvionita 

Tidak ada komentar