Breaking News

[Review Buku]: Belajar Jurnalistik Dari Humanisme Harian Kompas Karya Sindhunata


Judul Buku : BELAJAR JURNALISTIK DARI HUMANISME HARIAN KOMPAS
Penulis : Sindhunata
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum
Tahun terbit : 2019
Tebal : 380.hlm

Salah satu visi dari harian Kompas adalah Humanisme. Humanisme yang identik dengan perjuangan sosial, dengan tulisan yang memiliki ciri khas nilai human interest yang terbit sejak 1965 ini. Kumpulan tulisan dalam buku Belajar Jurnalistik Dari Humanisme Harian Kompas memuat pengalaman dan pembelajaran Sindhunata mengenai humanisme semasa beliau bekerja sebagai wartawan dan menulis untuk kompas selama 40 tahun. Kompas adalah kehidupan baginya, dimana Shindunata dibentuk menjadi insan wartawan dan penulis.

Pada bagian awal, saat Sindhunata menjadi wartawan muda ia berguru dengan Kartono Ryadi yang menurutnya lebih dari pada “Suhu Fotografi Jurnalistik”, yang telah mengajarinya bagaimana menjadi jurnalistik yang baik. Kartono juga menerapkan kepadanya bahwa keindahan fotografi yang dihasilkan bukan hanya keterampilan teknis fotografinya, tapi karena visi pengambilannya, yaitu “Kemanusiaan.” Dari pengalamannya bersama karnoto, Sindhunata diajarkan bagaimana untuk sabar dalam menunggu, menanti dan berharap, foto-foto akan menjadi hebat karena tabah dan tekun ketika berada dalam suatu proses berita yang kemudian akan melahirkan surprise, “sebagai wartawan saya belajar untuk tidak hanya selalu mengasah otak tapi juga hati saya.” Menjadikan kita sebagai insan yang peka terhadap sekeliling.

Tugas harian Kompas tidak hanya sebagai penghibur pembaca, tapi ingin ikut bertanggung jawab untuk “mendidik” pembacanya menjadi humanis. Jakob Oetama, senior yang jauh diatas penulis dan juga merupakan pendiri harian Kompas. Selain itu, Jakob Oetama adalah pribadi teladan, yang mencerminkan bagaimana visi humanisme benar-benar bisa terwujud dalam dunia kewartawanan. Selain Sindhunata, terdapat Swantoro yang juga merupakan wartawan dan penulis sejarah harian Kompas, bagaimana jurnalisme yang mencintai sejarah dibuktikan melalui tulisan sejarah Swantoro yang tetap memperjuangkan visi yang diperjuangkan Kompas, yakni visi humanisme-transendental. Humanisme yang historis, begitulah artian Swantoro terhadap visi humanisme-transendental harian Kompas. Dari sejarah sungguh kita bisa belajar untuk memetik manfaat bagi hidup kita, begitulah pesan Swantoro.

Sisi atau aspek manusiawi yang dicari dan didalami rasanya telah melebur menjadi keprihatinan pribadi yang menemani Jakob Oetama dalam perjalanan menulisnya. Selama 50 tahun lebih menjadi jiwa Kelompok Kompas Gramedia tak bosan-sosannya ia mencanangkan kepada wartawannya bahwa humanisme atau kemanusiaan adalah jiwa harian Kompas, pembelaan kepada kaum yang papa dan terpinggirkan. “Kalau mata kita tak terlatih untuk peka, semua fakta yang kita lihat tidak bakal mengeluarkan kesan apa-apa,” Sindhunata.

Penulis : Resinta
Editor : Rena Alvionita

Tidak ada komentar