Breaking News

Kuliah Kerja Usaha

Hasbullah, mahasiswa UIN Suska Riau yang sedang berjualan bakso telur di Jalan Mustamindo, Panam, Pekanbaru. Foto: Rena/Jourthentic

Bekerja dan membuka usaha di kala kuliah bukan hal baru bagi mahasiswa. Banyak faktor yang membuat mahasiswa memutuskan untuk kuliah sambil bekerja atau membuka usaha. Salah satunya adalah faktor biaya dan uang saku dari orangtua yang tak seberapa atau faktor lain untuk mencari pengalaman kerja di saat belum banyak tuntutan ekonomi.

Hasbullah, begitu panggilannya, kuliah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negerei Sultan Syarif Khasim Riau. Ia mulai bekerja dan membuat usaha kecil-kecilan sambil kuliah sejak menempuh semester tiga hingga sekarang semester lima. 

Bukan tanpa alasan, ia bekerja dan membuka usaha sampingan untuk membantu meringankan beban orangtua dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai anak rantau dan tidak ingin mempersulit orangtua dalam membayar uang kuliah. 

"Jadi, dengan bekerja kan mendapat penghasilan sendiri. Sedikit banyaknya bisa membantu meringankan beban orang tua," tuturnya. 

Tidak hanya satu, ada beberapa usaha dan pekerjaan sampingan yang ia kerjakan seperti menjual bakso telur, kebab, dan mencari orang untuk menempati kos-kosan. Jam kerjanya pun fleksibel, untuk bakso telur ia hanya membuat bahan dan teman lain yang akan menjual, untuk kos-kosan dicari perbulan dan untuk kebab ia menjual menggunakan sisten online jika ada yang memesan baru dibuat dan diantar. 

Dari berbagai kerja sampingan dan usaha yang dijalankan tidak membuat hasbullah lalai dalam kuliah. Ia tetap mementingkan akademisnya terlebih dahulu.

"Karna ke pekanbaru ini mau kuliah sambil kerja, tapi kuliah dulu yang diutamakan, kerja ini hanya sampingan," katanya. 

Pekerjaan sampingan yang dijalankannya membuat ia harus pandai-pandai dalam membagi waktu, apalagi ketika harus turun lapangan ia bisa berjualan hingga jam 23.00 yang membuat tubuhnya letih ketika harus masuk kuliah keesokan paginya. 

Tapi, semua letih dan lelah terbayarkan ketika penghasilan pekerjaan sampingannya dan usahanya bisa digunakan untuk uang saku dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, penghasilannya juga digunakkan untuk modal usaha baru lagi.

"Uang hasil jualan tadi itu saya putar lagi untuk usaha yang baru, jadi ada usaha baru ada penghasilan baru. Jadi, tidak habis dimakan saja," tuturnya.

Hasbullah juga menambahkan, kedepannya ia ingin mengembangkan usaha yang sudah ada dan dapat membantu orang lain dalam membuat lapangan pekerjaan. 

Penulis : Rena Alvionita
Editor : Gusti Herniyah Siregar

Tidak ada komentar