Breaking News

Atlet Muda Berprestasi

Sumber foto: Elit Mutia

Setiap masing-masing orang mempunyai bakat yang berbeda namun, apabila bakat tidak diasah secara terus menerus, maka kita dapat kehilangan bakat tersebut dan tidak banyak juga orang yang mampu menemukan bakat dan bahkan menekuninya. Karena terkadang manusia memiliki rasa jenuh yang tak bisa dibendung.

Elit Mutia (20) perempuan yang kini duduk di bangku perguruan tinggi ini merupakan salah satu contoh orang yang mampu menemukan dan mengasah bakatnya bahkan menekuninya bertahun-tahun.

Sejak duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, Elit sudah bergabung dengan organisasi Pencak Silat Satria Muda Indonesia. Berawal dari coba-coba kini Elit sudah mampu menjuarai berbagai Kompetisi Pencak Silat Tingkat Nasional maupun Internasional. Hanya bermodalkan motivasi sederhana yaitu “bisa bela diri”, Elit menemukan bakatnya yang luar biasa. Selain itu, peran orang tua yang begitu penting, membuat Elit bertambah semangat dalam setiap kegiatannya “Sangat mendukung. Awalnya Elit gamau ikut silat, bapak yang menyuruh Elit ikut silat, dan akhirnya Elit pun ketagihan berlatih silat,” katanya.

Karena memang dibalik kesuksesan seorang anak, ada orang tua yang siap mendukung anaknya. Apalagi dalam hal-hal yang positif.

Elit yang kini sudah hampir 8 tahun berkecimpung di dunia persilatan, sudah banyak membuat prestasi yang sangat membanggakan. “Dari tahun 2012 sudah lumayan banyak, tapi yang paling berkesan itu tahun 2015, juara 1 Kejuaraan Dunia Remaja di Malaysia, 2016 juara 1 di Riau, tahun 2017 juara 1 di Kepulauan Riau, juara 3 di Nusa Tenggara Barat, juara 1 di Jawa Tengah, tahun 2018 juara 1 di ASEAN University Championship Universitas Riau, juara 3 di Jakarta, sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang saya ingat ini aja,” ujarnya.

Selain prestasi yang membanggakan tersebut, ada banyak manfaat yang Elit dapatkan. “Banyak sekali manfaatnya, selain tubuh kita sehat karena sering berolahraga, saya di sini juga mendapatkan gaji, jadi gak merepotkan orang tua lagi. Dan juga dari awal masuk SMA sampai sekarang, saya dibiayain oleh pemerintah.  Dan setiap saya menjuarai kompetisi, saya mendapatkan bonus, jadi saya udah bisa beli handphone, laptop bahkan motor untuk saya sendiri tanpa meminta dari orangtua,” ucapnya.

Betapa beruntungnya seorang Elit, di usia yang masih belia, sudah bisa membantu orangtua bahkan mengharumkan nama negara di tingkat Internasional.

Namun, terkadang dibalik keberhasilan yang dicapai oleh Elit, ia pernah sampai terpikir untuk berhenti dari persilatan, karena berbagai masalah dalam organisasi, namun orang sekitar memberikan motivasi dan semangat agar Elit bisa kuat dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Sedangkan untuk menghadapi kejenuhan dan tetap istiqomah dalam kegiatannya sebagai atlet, Elit terus menjalaninya dan menikmati segala proses yang terjadi. Karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Penulis : Messi Utami
Editor : Gusti Herniyah Siregar

Tidak ada komentar